Pandu03

Mahasiswa HI UNAS, Wakili Indonesia di Austria

Melalui latar belakang keaktifannya berorganisasi baik di lingkungan dalam maupun luar universitas berhasil terpilih menjadi satu – satunya wakil pemuda Indonesia yang akan bertandang ke negara bagian Eropa.

Jakarta (UNAS) – Tidak dapat dipungkiri, organisasi dalam dunia pendidikan menjadi salah satu elemen penting dalam pengembangan kepribadian peserta didik atau mahasiswa. Tidak hanya itu, dengan menyeimbangkan akademik dan kemampuan berorganisasi justru membuka peluang lebar bagi kesempatan beasiswa baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini telah dibuktikan oleh mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional.Mahasiswa Unas, I Gede Pandu Wirawan melalui latar belakang keaktifannya berorganisasi baik di lingkungan dalam maupun luar universitas berhasil terpilih menjadi satu – satunya wakil pemuda Indonesia yang akan bertandang ke negara bagian Eropa, yaitu Austria pada Februari 2013 mendatang. Pria yang akrab disapa Pandu ini rencananya bakal membahas seputar keanekaragaman agama bersama perwakilan – perwakilan dari negara – negara lain di dunia.

“Bersyukur dan tidak menyangka akan terpilih untuk mewakili Indonesia di Austria nanti, karena acara Global Forum Vienna 2013 tersebut terdapat lebih dari 3000 peserta yang mendaftar dan yang terpilih hanya 150 orang dari seluruh negara di dunia,” ungkap Pandu saat ditemui di Selasar Utama Unas, Jum’at (4/1).

Kegiatan akbar Global Forum Vienna 2013 yang digawangi oleh UN Alliance of Civilizations merupakan kegiatan pemuda dunia dalam bentuk diskusi dan seminar bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan hubungan kerjasama antar negara di dunia. “Ada tiga tema besar yang dibahas dalam acara ini, yaitu interfaith dialogue, media, dan imigrasi. Karena Pandu memang lama berkecimpung di keanekaragaman agama, jadi pada kegiatan tersebut saya fokus pada interfaith dialogue dan ingin sekali terpilih menjadi 20 panelis disana,” papar mahasiswa yang sempat mendapat beasiswa belajar di negeri Paman Sam pada tahun 2012 lalu.

Lebih lanjut, Pandu menjelaskan selama empat hari dari 25 – 28 Februari mendatang, Pandu akan mengikuti berbagai kegiatan yang bertempat di “Museum Quartier”, Vienna seperti diskusi, dialog, hingga pertemuan dengan beberapa tokoh politik penting dari masing – masing negara.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *