Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat guna meningkatkan pengetahuan guru – guru sekolah menengah dalam membuat dan memilih metode yang tepat untuk proses belajar mengajar di sekolahnya.

Jakarta (UNAS) – Sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi, tentunya memiliki tanggung jawab sosial yang perlu diwujudkan dalam bentuk pengabdian yang nyata dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Banyak cara dapat dilakukan dalam merealisasikan hal tersebut, contohnya saja seperti dilakukan Akademi Bahasa Asing Nasional (ABANAS) yang menggelar seminar bagi guru ? guru SMA dan SMK se-Jabodetabek.

Seminar bertema “You Can’t Always Get What You Want: Materials Evaluation and Adaptation” yang diadakan pada Senin, (2/4) ini dihadiri oleh guru – guru SMA/SMK daerah Jakarta, Depok dan sekitarnya, seperti SMA N 31 Jakarta, SMK Teknindo Jaya, SMK N 20 Jakarta, SMA N 62 Jakarta, MAN 13 Jakarta, dan SMK Nasional Depok. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Direktur Lembaga Bahasa Universitas Indonesia, Sisilia Halimi, Ph.D.

“Saya merasa bangga, karena masih ada guru – guru yang memiliki semangat tinggi untuk terus belajar. Tentunya hal itu tidak hanya membuka wawasan saja, tapi juga membenahi hal – hal yang perlu ditingkatkan dalam pembelajaran sehingga kita mampu memberikan bekal dan pengetahuan terbaik bagi siswa – siswi kita nantinya,” ujar Wakil Rektor Bidang Hubungan Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Drs. Faldy Rasyidie saat membuka acara di Ruang Seminar Unas, Selasar Blok I Lantai 3.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Akademi Bahasa Asing Nasional (ABANAS), Zuhron, S.S., M.Hum. mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat guna meningkatkan pengetahuan guru – guru sekolah menengah dalam membuat dan memilih metode yang tepat untuk proses belajar mengajar di sekolahnya. Senada dengan Zuhron, Direktur Lembaga Bahasa Universitas Indonesia, Sisilia Halimi, Ph.D dalam kegiatan ini pun memberikan berbagai pelatihan dan materi yang akan membuka wawasan para guru untuk lebih menggali dan mengembangkan metode pengajarannya sesuai dengan kebutuhan dasar siswa di sekolah.

“SMA, SMK, dan sekolah lainnya tentu memiliki kurikulum yang berbeda. Namun demikian, pasti ada satu payung yang membawahi kurikulum – kurikulum tersebut, maka dari itu, guru harus mengetahui dan memilah mana metode yang tepat sesuai dengan kebutuhan dasar siswa di masing – masing sekolahnya,” papar Sisilia.

Dengan diselenggarakannya seminar ini, diharapkan ilmu yang telah dipaparkan oleh Sisilia dapat diimplementasikan dengan baik, sehingga para guru mampu menciptakan rancangan pembelajaran yang tepat guna bagi siswa – siswinya disekolah.

Similar Posts:

Leave a Comment